Mengenai Projek ini
Situs Arkeologi di Pegunungan Kendeng Utara
Goa Kidang terletak di daerah Pegunungan Kendeng Utara yang kaya akan karst, berjarak sekitar 35 kilometer dari kota Blora. Lokasi ini merupakan ceruk gunung karst yang memiliki kedalaman sekitar 15 meter dari permukaan tanah bukit karst. Akses masuk ke dalam goa dapat dilakukan dengan menuruni jalan setapak di tengah hutan jati.Gua ini memiliki sirkulasi matahari yang optimal dan ruangannya cukup luas, dengan lebar mulut goa mencapai 18 meter. Di dalamnya terdapat ceruk-ceruk yang dihiasi stalaktit dan stalagmit. Pada masa lampau, Goa Kidang merupakan tempat keluarnya sungai bawah tanah prasejarah. Gua Kidang merupakan tempat ditemukannya peninggalan arkeologis yang luar biasa di Kabupaten Blora. Kerangka manusia ditemukan di sini dan usianya diperkirakan 7770-9600 tahun.
Pemanfaatan Alat Georadar Dapat Membantu Mengungkap Objek Bawah Permukaan di Situs Goa Kidang
Tujuan dari survei ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai fitur bawah permukaan dan potensi situs arkeologi di daerah Goa Kidang, Blora. Survei dilakukan dengan menggunakan sistem GPR, yang memancarkan pulsa elektromagnetik ke dalam tanah dan merekam sinyal yang dipantulkan. Peralatan yang digunakan terdiri dari unit kontrol dan antena yang secara sistematis digerakkan melintasi area survei. Data dikumpulkan dan dianalisis secara real-time.
Survei GPR mengungkapkan beberapa fitur bawah permukaan dan situs arkeologi potensial di Goa Kidang, Blora. Metode ini dapat menemukan seperti yang diuraikan di bawah ini:
-
Struktur: Beberapa struktur yang terkubur terdeteksi, mengindikasikan adanya pemukiman atau bangunan kuno. Data GPR menunjukkan anomali yang jelas dalam bentuk pantulan hiperbola, yang menunjukkan adanya dinding, fondasi, atau struktur buatan manusia lainnya.
-
Situs Terkubur: Banyak anomali yang menyerupai situs pemakaman diidentifikasi selama survei. Anomali ini muncul sebagai pantulan yang terganggu atau lubang di bawah permukaan, yang menunjukkan adanya sisa-sisa manusia atau struktur pemakaman.
-
Fitur Utilitas: Data GPR juga mengungkapkan fitur utilitas potensial seperti sumur, saluran air, atau sistem drainase. Fitur-fitur ini muncul sebagai pantulan linier atau melingkar yang konsisten, yang menunjukkan infrastruktur buatan manusia untuk pengelolaan air.
Citra Bawah Permukaan Hasil Survei Georadar Mempersingkat Waktu Penggalian di Situs Arkeologi
Survei GPR yang dilakukan di Goa Kidang, Blora terbukti efektif dalam mengidentifikasi fitur-fitur bawah permukaan dan situs arkeologi yang potensial. Struktur, jalur, situs pemakaman, dan fitur utilitas yang terdeteksi memberikan wawasan yang berharga mengenai aktivitas manusia di masa lalu dan praktik budaya di daerah tersebut. Berdasarkan temuan-temuan ini, disarankan agar penyelidikan lebih lanjut, seperti penggalian dan pengecekan di lapangan, dilakukan untuk memvalidasi dan menginterpretasikan hasil GPR. Hal ini akan memberikan kontribusi pada pemahaman yang komprehensif tentang potensi arkeologi situs dan berkontribusi pada pelestarian dan dokumentasi warisan budaya di Goa Kidang, Blora.
Baca Artikel Terkait
![]() |
Survei Georadar Mengungkap Kondisi di Bawah Tanah Situs Candi Dingkel, Indramayu |
![]() |
Survei Georadar di Halaman Candi Jiwa |
![]() |
Peran Survei Geolistrik dalam Asesmen Arkeologi di Pangandaran |
-
Tahun
2018
-
Layanan Jasa
Survei Georadar
-
Nama Klien
Balai Arkeologi Yogyakarta


