Mengenai Projek ini
Asesmen Arkeologi Komprehensif Memerlukan Peran Serta Metode Geolistrik
Tujuan dari survei resistivitas 2D ini adalah untuk melakukan asesmen arkeologi yang komprehensif di Pangandaran, Ciamis sebuah situs arkeologi yang penting di Indonesia. Dengan menggunakan metode resistivitas, survei ini bertujuan untuk mengungkapkan fitur bawah permukaan dan potensi struktur yang terkubur di dalam area studi, memberikan wawasan yang berharga tentang signifikasi sejarah dan budaya di Pangandaran.
Pengimplementasian resistivitas 2D untuk arkeologi sebagai berikut :
- Mendeteksi struktur yang terkubur: Dengan mengukur resistivitas bawah permukaan, survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi struktur yang terkubur, peninggalan arsitektur, atau area aktivitas yang mungkin tersembunyi di bawah tanah.
- Memetakan fitur-fitur bawah permukaan: Survei 2D resistivitas akan menghasilkan peta terperinci yang menyoroti variasi resistivitas bawah permukaan, sehingga memungkinkan identifikasi berbagai fitur dan potensi anomali.
- Membantu dalam perencanaan penggalian: Data resistivitas yang diperoleh akan berfungsi sebagai panduan berharga dalam menentukan lokasi terbaik untuk penggalian di masa depan, menargetkan area dengan anomali resistivitas yang lebih tinggi yang mengindikasikan sumber daya arkeologi yang potensial.
Benda Arkeologi Memiliki Rekam Jejak Kelistrikan yang Unik dan Berbeda dengan Tanah di Sekitarnya
Benda-benda arkeologi, seperti dinding bangunan, struktur kuburan, atau artefak, dapat menyebabkan perubahan dalam resistivitas tanah di sekitarnya. Beberapa respons anomali resistivitas yang dapat terjadi melibatkan: Anomali Resistivitas Positif: Peningkatan nilai resistivitas tanah di suatu lokasi dapat menunjukkan keberadaan benda arkeologi yang bersifat non-konduktif, seperti batu atau tembok. Anomali Resistivitas Negatif: Sebaliknya, penurunan nilai resistivitas dapat menunjukkan adanya material yang lebih konduktif, seperti kuburan atau area dengan kelembaban tinggi. Pemahaman respon anomali resistivitas ini memerlukan interpretasi oleh ahli geofisika arkeologi yang berpengalaman. Data resistivitas ini kemudian dapat digunakan untuk membimbing penggalian arkeologi lebih lanjut atau memetakan situs secara non-invasif, membantu dalam pemahaman struktur dan konteks arkeologis di bawah permukaan tanah.
Pahami Sejarah Warisan Budaya Indonesia
Survei 2D resistivitas arkeologi di Pangandaran bertujuan untuk memberikan wawasan yang berharga mengenai peradaban masa lalu yang berkembang di daerah tersebut. Dengan menerapkan metodologi survei ini, proyek ini berharap dapat mengungkap harta karun arkeologi yang tersembunyi dan berkontribusi pada pelestarian dan pemahaman tentang warisan budaya Pangandaran yang kaya.
Artikel Terkait Geofisika untuk Arkeologi
![]() |
Survei Georadar Mengungkap Kondisi di Bawah Tanah Situs Candi Dingkel, Indramayu |
![]() |
GPR untuk Survei Arkeologi - Goa Kidang, Blora |
![]() |
Survei Georadar di Halaman Candi Jiwa |
-
Tahun
2019
-
Layanan Jasa
Survei Geolistrik
-
Nama Klien
Balai Arkeologi JABAR


